Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon kembali menjadi pusat kegiatan ilmiah pesantren dengan terselenggaranya Bahtsul Masail Kubro ke-47. Gelaran ini diikuti oleh delegasi dari berbagai pondok pesantren se-Jawa dan Madura, menjadikannya forum strategis dalam menyatukan gagasan dan pendapat para santri, kiai muda, dan masyayikh.
Acara ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-26 para masyayikh Assalafie. Semangat keilmuan dan penghormatan terhadap para pendiri pesantren terasa kuat dalam setiap rangkaian kegiatan.

Forum Ilmiah Khas Pesantren
Bahtsul Masail merupakan tradisi musyawarah yang membahas persoalan keagamaan dan sosial dengan merujuk pada kitab-kitab turats. Dalam gelaran ke-47 ini, peserta dibagi ke dalam beberapa komisi pembahasan yang mengkaji berbagai topik aktual. Santri tampak antusias bermusyawarah, membaca referensi, dan menyampaikan pandangan yang argumentatif namun tetap santun.
Suasana yang terdokumentasi dalam kegiatan menampilkan:
-
Diskusi intensif antar santri dan pengasuh,
-
Pembacaan referensi kitab kuning,
-
Sidang musyawarah dengan pendekatan dalil naqli dan aqli.
Tradisi ini bukan hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun karakter santri agar kritis, solutif, dan berakhlak.

Menguatkan Persatuan Pesantren
Selain menjadi ajang pembahasan hukum, Bahtsul Masail Kubro ke-47 juga menjadi media:
-
Silaturahim antar pesantren,
-
Konsolidasi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah,
-
Regenerasi ulama muda,
-
Aktualisasi fikih terhadap problem masyarakat modern.
Dengan keterlibatan pesantren dari berbagai daerah, kegiatan ini memperkuat jaringan keilmuan dan ukhuwah antarlembaga.
Waktu dan Tempat
Kegiatan ini diselenggarakan di:
Pondok Pesantren Putra-Putri Assalafie
Babakan Ciwaringin, Cirebon – Jawa Barat
Senin, 29 September 2025 M
