Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H dan Pelantikan Kepengurusan Pusat Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon

CIREBON — Nuansa khidmat menyelimuti kawasan Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis, 3 Juli 2025 M. Ribuan santri, alumni, dan masyarakat sekitar berkumpul dalam satu acara besar: peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H yang dirangkaikan dengan pelantikan kepengurusan pusat pondok pesantren untuk masa khidmah 1446–1447 H (2025–2026 M).

Peringatan ini bukan hanya menjadi simbol pergantian tahun dalam kalender hijriyah, tetapi juga momentum evaluasi, pembaharuan semangat, dan penyegaran kepengurusan demi kemajuan pesantren. Acara dimulai sejak pagi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat, hingga tausiyah motivasi keislaman.

Sebagai pembawa acara, Sdr. Haqi Nazili memandu jalannya acara dengan tertib. Kehadiran para santri dan tamu undangan yang memadati halaman pondok menambah kehangatan suasana, menunjukkan antusiasme besar untuk menyambut tahun baru Islam dengan penuh syukur dan harapan.

Susunan kepengurusan pusat masa khidmah baru disebutkan langsung oleh Ust. Ilham Maulana S.Os, kemudian prosesi pelantikan berlangsung secara resmi dipimpin oleh pengasuh pondok pesantren, Romo KH. Yasif Maemun Syaerozie. Beliau juga memberikan mau’idhoh hasanah yang menyentuh hati seluruh hadirin.

Dalam nasihatnya, Romo KH. Yasif Maemun Syaerozie menekankan bahwa kepemimpinan di pesantren bukan sekadar jabatan, melainkan amanah besar yang menuntut keikhlasan dan kesungguhan. Beliau mengibaratkan perjalanan seorang pengurus layaknya proses padi sebelum menjadi nasi,

“Menjadi pengurus pusat pesantren itu bukan hal instan. Ibarat padi yang harus ditanam, dirawat, dituai, digiling, hingga dimasak menjadi nasi yang matang dan enak dimakan. Prosesnya panjang, penuh ujian, dan melelahkan. Tapi dari situ, Allah mendidik kita dengan kesabaran, keikhlasan, dan tanggung jawab. Karena kepemimpinan lahir bukan dari kemauan semata, tapi dari proses panjang untuk siap melayani.”

~KH. Yasif Maemun Syaerozie

Pesan tersebut menyiratkan filosofi mendalam: bahwa setiap pemimpin di pesantren dibentuk melalui tempaan panjang, bukan hanya ditunjuk. Dari situ akan tumbuh nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kepemimpinan Islami.

Acara ini juga diwarnai dengan pembacaan do’a bersama sebagai ungkapan syukur atas nikmat waktu dan kesempatan untuk terus berjuang menebarkan ilmu dan kebaikan melalui pesantren. Para santri terlihat khusyuk, sembari berharap agar kepengurusan yang baru dilantik dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, memajukan pesantren, dan membawa manfaat bagi umat.

Selain itu, suasana keakraban tercipta antara santri, guru, dan para tamu yang hadir. Mereka saling bersalaman dan bertukar doa di awal tahun baru Islam, meneguhkan tali persaudaraan dan komitmen bersama membesarkan pondok pesantren sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan akhlak.

Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin sendiri dikenal sebagai salah satu pesantren besar yang berperan aktif dalam mencetak generasi berakhlakul karimah di kawasan Cirebon dan sekitarnya. Dengan pelantikan kepengurusan baru ini, diharapkan tercipta inovasi dalam metode pengajaran, penguatan manajemen pesantren, dan peningkatan kualitas kehidupan santri.

Peringatan 1 Muharram dan pelantikan kepengurusan pusat ini ditutup dengan lantunan sholawat serta doa bersama, sebagai simbol permohonan keberkahan untuk perjalanan setahun ke depan. Semangat tahun baru hijriyah pun semakin terasa, membangkitkan harapan besar agar Pondok Pesantren Assalafie Babakan terus tumbuh menjadi lembaga pendidikan Islam yang kokoh, berdaya saing, dan menjadi cahaya peradaban umat.

Penulis : Moh. Wildan Safriansyah


Tagar: #1Muharram1447H #PesantrenAssalafie #PelantikanPengurus #Cirebon #TahunBaruHijriyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *