Hari Ahad, 15 Juni 2025, menjadi momen penuh haru dan kebanggaan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Assalafie, dengan diselenggarakannya acara Wisuda DNL (Durus Nasy’ah Lailiyah). Kegiatan ini merupakan simbol keberhasilan para santri dalam menuntaskan jenjang pendidikan diniyah serta memperdalam ilmu-ilmu keislaman secara intensif.
Makna Wisuda Durus Nasy’ah Lailiyah
DNL bukan sekadar singkatan dari tiga bidang studi inti dalam pendidikan pesantren, melainkan representasi dari fondasi keilmuan klasik yang menjadi ruh dari sistem pendidikan Assalafie. Melalui program ini, para santri dibimbing memahami ilmu nahwu (tata bahasa Arab), sharaf (pembentukan kata), dan lughah (bahasa Arab) secara mendalam, sehingga menjadi bekal utama dalam membaca, memahami, dan mengajarkan kitab-kitab kuning (kutub turats).
Rangkaian Acara Wisuda
Acara wisuda berlangsung dengan khidmat di halaman pondok pesantren Assalafie, diawali dengan pembacaan hadhoroh dan dilanjut pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dari pimpinan pondok, dan perwakilan wali santri. Para wisudawan tampil dengan pakaian khas pondok, menunjukkan kebanggaan dan kesyukuran atas capaian mereka.
Puncak acara ditandai dengan pengalungan medali dan pemberian ijazah DNL kepada para santri, disertai pembacaan doa dan pesan nasehat dari para asatidz agar mereka menjaga keistiqamahan dalam menuntut ilmu dan menyebarkannya dengan adab yang luhur.
Penutup dan Harapan
Wisuda DNL 2025 ini bukan hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian akademik, tetapi juga sebagai momentum spiritual untuk memperkuat niat, memperdalam pemahaman agama, dan mempersiapkan diri menjadi kader dakwah yang tangguh, berilmu, dan berakhlak.
Semoga para wisudawan/wisudawati senantiasa diberi keberkahan ilmu, kelapangan dada dalam menuntut dan mengamalkan, serta menjadi penerus ulama yang membawa cahaya di tengah zaman.
Penulis : Muhammad Al-Farobby

