Babakan Ciwaringin, Cirebon – Minggu malam Senin, 8 Juni 2025, Pondok Pesantren Assalafie kembali menggelar Gebyar Prestasi, sebuah acara tahunan yang menjadi simbol penghargaan atas capaian para santri dalam bidang keilmuan, serta sebagai penutup pada perlombaan pekan musabaqah. Acara ini dihadiri oleh santri dari berbagai jenjang pendidikan, dan dewan asatidz. Membuka kegiatan secara resmi, Wakil Kepala Pondok, Ust. M. Arrizki, menyampaikan bahwa prestasi adalah hasil dari proses panjang yang dilandasi keikhlasan dan kesabaran. “Santri yang berprestasi adalah mereka yang berjuang dalam diam, namun bersinar dengan kerja keras dalam menuntut ilmu,” ujarnya dalam sambutannya.

Sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan dalam ujian munaqosah akhir tahun, sejumlah santri mendapatkan apresiasi istimewa. Untuk tingkatan Kitab Aqidatul Awwam, santri Egy Ardiyansyah . Pada Kitab Awwamil Jurjani, santri M. Wildan Safriansyah. Di tingkat Kitab Al-Jurumiyyah, santri Ghiyas Ali Yasin, Miftahul Furqon mencatat prestasi dalam Kitab Amriti. Untuk tingkat tertinggi, Kitab Alfiyah Ibnu Malik, penghargaan diberikan kepada tiga santri berprestasi: Zakky Afandi, M. Fathurrohman, dan Rafif Muhadzib.
Tak hanya pada bidang kitab, penghargaan khusus juga diberikan kepada santri dalam bidang metode auzan dan tahfidz. Zamzami Al-Kayis dinobatkan sebagai santri terbaik dalam metode Auzan, sebuah metode penguasaan Nahwu dan Shorofyang menjadi ciri khas dalam membaca kitab kuning di Assalafie. Sementara itu, Elan Maulana mendapatkan apresiasi sebagai santri terbaik dari Asramah Darut Tahfidz, yang dikenal konsisten dalam mencetak hafidz dan hafidzah Al-Qur’an. Prestasi mereka menjadi teladan bagi santri lain untuk terus berusaha meningkatkan kemampuan baik dalam ilmu maupun hafalan.

Kemeriahan semakin terasa saat diumumkan para juara lomba dalam ajang Pekan Musabaqah, yang telah berlangsung selama sepekan sebelumnya. Lomba ini mencakup berbagai cabang seperti pidato, tilawah, qiro’ah, puisi, drama, serta cerdas cermat ceriah. Dari seluruh rangkaian lomba, Asramah Darul Auzan tampil dominan dengan meraih gelar Juara Pekan Musabaqah Terbanyak. Prestasi ini menjadi bukti kerja sama tim yang solid dan semangat kompetitif yang sehat antar asramah.
Sementara itu, penghargaan Asramah Terbaik secara Umum diraih oleh Asramah Darunnajah. Kemenangan ini tak hanya didasarkan pada capaian lomba, tetapi juga penilaian kedisiplinan, kekompakan, dan partisipasi aktif santri dalam kegiatan harian pondok. Para pembimbing asrama menyampaikan rasa bangga atas semangat para santri dalam menghadapi tantangan selama satu tahun terakhir. Kemenangan tersebut menjadi momentum untuk terus menjaga kualitas pembinaan dan kehidupan berasrama.
Acara Gebyar Prestasi tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga pengingat bagi seluruh santri bahwa keberhasilan datang dari proses panjang yang tidak instan. “Malam ini bukan hanya tentang piala, tetapi tentang perjuangan yang mungkin tidak terlihat oleh mata,” ujar salah satu asatidz dalam penutupan acara. Seluruh peserta tampak antusias menyambut penghargaan yang diberikan, sementara suasana penuh kekeluargaan membungkus akhir acara dengan kesan mendalam.
Keceriaan para santri mencapai puncaknya ketika Kepala Departemen Keamanan, Ust. Saefullah, secara resmi mengumumkan dimulainya masa liburan akhir tahun setelah rangkaian panjang kegiatan akademik dan kepesantrenan. Pengumuman tersebut disambut dengan sorak gembira dan tepuk tangan dari para santri yang memenuhi arena acara. Momen ini menjadi pelepas penat setelah satu tahun penuh perjuangan menuntut ilmu. Dalam kesempatan yang sama, pesantren juga memberikan apresiasi khusus kepada Ust. Fazal Huda sebagai Pengurus Teladan, atas dedikasi dan keteladanannya dalam menjalankan amanah.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Assalafie menunjukkan komitmennya dalam menyeimbangkan antara penguatan ilmu, pembentukan karakter, dan semangat kompetisi positif di kalangan santri. Gebyar Prestasi menjadi bentuk nyata bahwa pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang tumbuh untuk menjadi pribadi unggul yang beradab, berilmu, dan bertanggung jawab. Di bawah bimbingan para masyayikh dan pengasuh, santri Assalafie terus melangkah dengan harapan dan tekad memperjuangkan ilmu sebagai cahaya kehidupan.
penulis : Bustanul Arifin
