Santri Putri Assalafiat Khusyuk Laksanakan Sholat Idul Adha, Serap Nilai Pengorbanan dan Semangat Belajar

 

Cirebon, 6 Juni 2025 Suasana pagi yang damai menyelimuti kompleks putri Pondok Pesantren Assalafiat Babakan Ciwaringin, Cirebon, saat ribuan santri putri melangkah khidmat menuju mushola pondok Pesantren Assalafie untuk melaksanakan Sholat Idul Adha 1446 Hijriah. Ibadah tahunan ini tidak sekadar menjadi ritual, tetapi juga momen refleksi spiritual yang memperkuat semangat pengorbanan dan keikhlasan dalam menuntut ilmu.

Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan sholat kali ini adalah Ibu Nyai Hj. Rubaeah Hanan, sementara Ibu Nyai Hj. Rohmah Hanan menyampaikan khutbah yang sarat makna. Keduanya merupakan sosok panutan bagi para santri putri, dikenal sebagai ulama perempuan yang tidak hanya mumpuni dalam ilmu, tetapi juga penuh kelembutan dalam membimbing.

Dalam khutbahnya, Ibu Nyai Hj. Rohmah Hanan menekankan nilai-nilai luhur dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Beliau menyampaikan bahwa pengorbanan dalam Idul Adha tidak terbatas pada penyembelihan hewan, melainkan mencakup keikhlasan dalam belajar, ketekunan dalam beribadah, dan kesediaan meninggalkan ego demi kebaikan yang lebih besar. “Berqurban bukan hanya soal harta, tapi juga tentang waktu, tenaga, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.

Para santri putri menyimak khutbah dengan penuh perhatian, beberapa di antaranya tampak menitikkan air mata saat kisah Nabi Ismail dikisahkan dengan penuh penghayatan. Momen ini menjadi ruang perenungan mendalam bagi para santri putri yang selama ini ditempa dalam suasana belajar yang konsisten dan penuh disiplin. Spirit Idul Adha memperkuat makna perjuangan mereka di tengah keterbatasan.

Seluruh rangkaian ibadah berlangsung khidmat dan tertib. Santri putri menunjukkan sikap kedewasaan dan tanggung jawab dalam mengikuti prosesi, mulai dari takbir hingga salam terakhir. Semangat kolektif dan rasa syukur tergambar dari raut wajah mereka yang tenang dan penuh harapan.

Dengan semangat pengorbanan, keikhlasan, dan tekad untuk terus belajar, santri putri Pondok Pesantren Assalafiat menutup hari raya ini dengan hati yang lapang dan jiwa yang tercerahkan. Momentum Idul Adha menjadi pengingat bahwa jalan ilmu dan pengabdian harus ditempuh dengan sabar, tawakal, dan semangat berkurban bukan hanya untuk Allah SWT, tetapi juga untuk sesama.

Penulis: Bustanul Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *