Sekolah Ajarkan Integral, Tapi Tidak Ajarkan Baca Slip Gaji
Siswa SMA bisa hafal trigonometri. Siswa SMK bisa mengoperasikan mesin. Tapi begitu lulus dan mulai kerja, banyak yang bingung:
· Apa bedanya gaji bruto dan neto?
· Apa itu PKWT dan outsourcing?
· Kenapa cicilan pinjol bisa mencekik?
· Bagaimana mengatur uang agar tidak habis sebelum akhir bulan?

Pertanyaannya: kenapa literasi finansial tidak diajarkan serius di sekolah?
Ada, Tapi Cuma Sisipan
Literasi finansial sebenarnya muncul di mapel Ekonomi atau Kewirausahaan. Tapi porsinya kecil, teorinya banyak, praktiknya kurang.
Akibatnya, lulusan tahu teori permintaan-penawaran, tapi tidak tahu cara menghitung bunga pinjaman. Tahu apa itu investasi, tapi mudah tergoda janji untung besar.
Kenapa Terpinggirkan?
Kurikulum masih menekankan akademik dan keterampilan kejuruan. Urusan uang dianggap tanggung jawab keluarga, padahal tidak semua keluarga mampu mengajarkannya.Sistem penilaian lebih menghargai hafalan daripada kemampuan mengambil keputusan finansial.Kapasitas guru belum merata. Materi fintech, pinjol, dan hak pekerja berkembang cepat, pelatihan guru bergerak lambat.

Tekanan pasar kerja. Program link and match SMK penting, tapi jika terlalu berorientasi industri, siswa dilatih jadi pekerja terampil tanpa dibekali membaca kontrak dan menegosiasi upah.
Edukasi sering tidak netral. Banyak program keuangan masuk lewat bank atau platform investasi. Sebagian bermanfaat, tapi bisa berubah jadi promosi produk.
Ini Bukan Soal Anti-Kerja, Justru sebaliknya. Literasi finansial membuat orang lebih siap kerja dan lebih sulit dieksploitasi.Yang paham kontrak akan bertanya soal lembur dan BPJS. Yang paham bunga akan berpikir dua kali sebelum pinjam. Yang paham anggaran tidak mudah terjebak gaya hidup.Tanpa itu, kerja keras bisa habis untuk cicilan. Bukan karena bodoh tapi karena tidak ada yang mengajarkan.

Kesimpulan
Literasi finansial bukan pelajaran mewah. Ia bekal dasar untuk merdeka secara ekonomi.Sekolah seharusnya mengajarkannya secara serius bukan sekadar jadi pelengkap.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.
