Bedah Buku “Dakwah Moderat: Paradigma dan Strategi Dakwah Syekh Ghazali”.

Acara bedah buku bertema “Dakwah Moderat: Paradigma dan Strategi Dakwah Syekh Ghazali” menjadi ruang literasi kemajuan sekaligus menambah pemahaman para santri dalam menyampaikan dakwah di tengah masyarakat.

Menurut narasumber, tujuan utama dakwah moderat adalah agar masyarakat merasa nyaman, menerima, dan mampu mengamalkan pesan dakwah yang disampaikan. Dakwah moderat bersifat elastis, yaitu ketika penyampaian dakwah, pengajian, atau ceramah dilakukan dengan pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman, masyarakat akan lebih mudah menerima dan mengamalkannya.

Narasumber juga menuturkan bahwa pengembangan ilmu dakwah membutuhkan terobosan. Pendekatan dan bentuk dakwah perlu dikembangkan secara beragam sesuai situasi, kondisi, dan perkembangan terkini. Dengan begitu, pendekatan dakwah moderat dinilai lebih mampu menjawab tantangan dakwah secara global.

Dakwah moderat dinilai lebih relevan diterima di tengah-tengah masyarakat karena sebagian dakwah selama ini terasa agak kaku. Ada pula kecenderungan ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Untuk mendapatkan dakwah yang lebih moderat, pendekatan yang elastis diperlukan agar pesan yang disampaikan kepada masyarakat dapat diterima dengan baik. Apalagi, dakwah kini tidak bisa lepas dari teknologi yang berkembang pada zaman sekarang ini.

Dalam hal pemikiran, dakwah moderat mendorong sikap kritis, moderat, dan tidak monoton. Dalam konteks modernisasi, proyek umat Islam menghadapi berbagai nilai yang di dalamnya mengalami politisasi dan dinamika pemikiran. Pergolakan dakwah pun berkembang dan terbagi-bagi, termasuk munculnya arus ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Dari kondisi itulah Syekh Ghazali menawarkan dakwah secara moderat.

Melalui bedah buku “Dakwah Moderat: Paradigma dan Strategi Dakwah Syekh Ghazali” karya Dr. Diden Solahuddin, para da’i atau juru dakwah diharapkan mampu mengenali karakteristik dan karakter masing-masing masyarakat. Dengan mengenal masyarakat, dakwah tidak dilakukan dengan keras. Pesan dakwah diharapkan dapat diamalkan dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai jalan menuju Allah SWT.

Acara ini diperkirakan dihadiri sekitar 70 orang.

Penulis: Moh. Wildan Safriansyah
Narasumber: Muhammad Dzaiq Fadli, M.H