
Pengajian bandongan merupakan salah satu metode pembelajaran tradisional yang berkembang di lingkungan pesantren. Metode ini dilakukan secara klasikal, di mana kiai membacakan serta menjelaskan isi kitab, sementara para santri menyimak dan memberikan makna pada kitab masing-masing. Pengajian bandongan umumnya digunakan dalam mengkaji kitab kuning dan menjadi bagian penting dalam tradisi keilmuan pesantren.
Di Pondok Pesantren Assalafie, pengajian bandongan dilaksanakan secara rutin sebagai salah satu kegiatan inti pembelajaran. Kegiatan ini diampu oleh santri reguler tingkat 3, 4, 5, serta santri tingkat 6, yang telah memiliki kemampuan lebih dalam memahami dan menjelaskan isi kitab. selain sebagai sarana belajar, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi santri senior untuk mengembangkan kemampuan mengajar.
Pelaksanaan pengajian bandongan dilakukan setiap hari, kecuali hari Kamis dan Jum’at, yakni setelah sholat Dzuhur hingga menjelang sholat Ashar berjama’ah. Kegiatan ini bertempat di musholla pondok pesantren, sehingga seluruh santri dapat mengikuti pengajian dengan suasana yang kondusif dan tertib.

Melalui pengajian bandongan, para santri memperoleh pemahaman yang lebih luas terhadap isi kitab yang dipelajari. Mereka juga belajar cara membaca, memaknai, serta menafsirkan teks berbahasa Arab dengan baik dan benar sesuai dengan penjelasan yang disampaikan.
Selain itu, kegiatan ini turut melatih konsentrasi, ketekunan, dan kedisiplinan santri dalam mengikuti proses pembelajaran secara berkelanjutan. Dengan pembiasaan tersebut, diharapkan santri mampu meningkatkan kualitas keilmuan serta memiliki sikap tanggung jawab dalam menuntut ilmu.
