CIREBON — Peringatan Haul ke-27 Al-Maghfurlah Mama KH. Syaerozie Abdurrohim, Mimi Nyai Hj. Tasmiah Abdul Hannan, serta Nyai Hj. Surotul Aeni beserta sesepuh dan guru-guru Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, berlangsung sukses dan penuh kekhidmatan. Rangkaian acara tahunan ini menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar pesantren, santri, dan para alumni untuk mengenang jasa sekaligus meluncurkan karya literasi monumental.
Peluncuran Trilogi Mama KH. Syaerozie Abdurrohim
Bertepatan dengan rangkaian haul tersebut, Pondok Pesantren Assalafie meluncurkan tiga buku istimewa yang terangkum dalam Trilogi Mama KH. Syaerozie Abdurrohim Babakan Ciwaringin. Peluncuran resmi yang dilakukan oleh anggota Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin, Dr. KH. Arwani Syaerozi, Lc., MA. (Abah Wawan), ini menjadi ikhtiar penting untuk merawat warisan intelektual dan keteladanan sang pendiri.

Abah Wawan menyampaikan harapan agar kehadiran karya-karya tersebut dapat menjadi referensi utama bagi masyarakat luas yang ingin mengenal lebih dekat sosok dan rekam jejak perjuangan Mama KH. Syaerozie Abdurrohim. Ketua Umum IKTASA, H. Sholichin, juga menegaskan bahwa dokumentasi sejarah melalui tulisan sangat krusial agar nilai-nilai keilmuan serta akhlak sang kiai tetap hidup dan bisa dipelajari oleh generasi mendatang yang tidak sempat bertatap muka langsung.
Ketiga karya literasi edisi terbatas tersebut meliputi:
-
Buku Pertama: Biografi KH. Syaerozie Abdurrohim (1935–2000 M), yang merekam secara komprehensif perjalanan hidup, kiprah, khidmah pendidikan, keorganisasian, serta perjuangan beliau sejak masa muda hingga akhir hayat.
-
Buku Kedua: Pelita Tanah Babakan, sebuah novel biografi karya Dr. KH. Arwani Syaerozi, Lc., MA. yang mengangkat kisah kehidupan Mama KH. Syaerozie melalui pendekatan sastra agar lebih dekat, humanis, dan mudah dihayati oleh berbagai kalangan pembaca.
-
Buku Ketiga: Guru yang Tak Pernah Pergi: Kesaksian Para Alumni tentang Mama KH. Syaerozie Abdurrohim, menghimpun kenangan, pengalaman, serta ikatan batin para alumni yang pernah menimba ilmu dan mendapatkan bimbingan langsung dari beliau.

Antusiasme terhadap trilogi ini terlihat jelas melalui bazar buku yang dibuka sejak tanggal 17 hingga 21 September di Area Toko Baru Assalafie, di mana para santri dan alumni berbondong-bondong memburunya sebagai koleksi berharga.
Penulis: Muhammad Muflikh Naufal
Pendamping: Moh.Wildan Safriansyah
