CIREBON — Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti kompleks pendidikan pondok pesantren Assalafie, Babakan Ciwaringin Cirebon, pada hari Ahad, 07 Juni 2026. Momen perpisahan atau Muwaddah bagi siswa kelas akhir Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP) Unggulan, Madrasah Aliyah (MA) NU Assalafie, serta Madrasah Al-Hikamus Salafiyah Putri ini dikemas dengan cara yang mendalam; memadukan tradisi luhur pesantren dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.

Rangkaian acara diawali dengan keheningan dan kekhusyukan dalam majelis “Hadiyuan & Do’a Bersama”. Duduk bersila bersama di atas panggung, para masyayikh, asatidz, dan dewan guru memimpin untaian doa tasyakur. Dalam napas tradisi pesantren, momen perpisahan bukanlah sebuah titik akhir dari pencarian ilmu, melainkan gerbang awal pengabdian.

Alunan doa dan munajat yang bergema di bawah tenda acara menjadi restu sekaligus bekal spiritual bagi para santri. Pijakan spiritual inilah yang akan menjadi fondasi tak kasatmata, mengakar kuat dalam sanubari, dan menjaga mereka agar tetap teguh memegang nilai-nilai agama di tengah dinamika zaman yang terus bergerak.

Namun, nilai kepesantrenan yang diajarkan oleh Pondok Pesantren Assalafie tidak berhenti pada kesalehan vertikal semata. Kesalehan ekologis turut diwujudkan secara nyata melalui “Program Ramah Lingkungan & Penghijauan” yang menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian tasyakur kelas akhir tahun pelajaran 2025/2026 ini.

Beranjak dari majelis doa, para Dewan Pengasuh Pondok Pesantren bersama perwakilan siswa kelas akhir turun langsung ke halaman untuk menanam dan penyerahan sejumlah bibit pohon. Pemilihan kegiatan penanaman pohon ini membawa pesan filosofis yang sangat puitis. Layaknya bibit-bibit rapuh yang mulai ditanam dan dirawat agar kelak daunnya memberikan keteduhan, para santri pun diharapkan demikian. Mereka diutus ke tengah masyarakat untuk tumbuh merindang, memberikan manfaat, dan menjadi perwujudan sejati dari rahmatan lil ‘alamin—rahmat bagi semesta alam.


Bibit pohon yang ditanam di tanah almamater ini akan menjadi jejak hijau yang abadi. Sebuah warisan hidup (amal jariyah) yang ditinggalkan oleh angkatan kelas akhir, di mana setiap embusan oksigen yang dihasilkannya kelak akan terus mengalirkan kebaikan bagi lingkungan madrasah.

Melalui harmoni antara doa bersama dan aksi penghijauan ini, MTs, SMP, dan MA NU Assalafie Babakan Ciwaringin memberikan teladan pendidikan yang utuh. Sebuah pesan tegas bahwa generasi terbaik adalah mereka yang tangannya senantiasa menengadah ke langit dalam untaian doa, namun kakinya tetap membumi untuk merawat dan menanam kebaikan di bumi.
Penulis : Moh. Wildan Safriansyah
