Santri Assalafie Ziarah Wali Cirebon, Tebar Doa Penuh Khidmat

Babakan Ciwaringin, CirebonSelasa, 10 Juni 2025 M, Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin mengadakan kegiatan ziarah kubur ke makam para wali di Cirebon. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan santri dengan penuh semangat dan khidmat. Ziarah ini merupakan agenda rutin yang selalu dinantikan para santri, karena menjadi kesempatan untuk menapaki jejak para ulama yang telah berjasa besar dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Sejak pagi, rombongan santri bersama para asatidz dan pendamping berangkat menuju kompleks makam para wali. Tujuan pertama adalah makam Sunan Gunung Jati, yang terkenal sebagai salah satu Wali Songo penyebar Islam di Jawa Barat. Setibanya di sana, para santri langsung mengambil air wudhu, kemudian duduk berbaris rapi di pelataran makam untuk membaca surat Yasin, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin salah satu guru.

Suasana terasa sangat khusyuk. Alunan bacaan ayat suci Al-Qur’an menggema, menyelimuti area makam dengan suasana religius yang menenangkan hati. Di sela-sela doa, para santri juga diberikan tausiah singkat mengenai sejarah perjuangan Sunan Gunung Jati, menegaskan kembali pentingnya meneladani akhlak, kesabaran, dan kegigihan beliau dalam mendakwahkan Islam di Cirebon dan sekitarnya.

Setelah selesai di makam Sunan Gunung Jati, rombongan melanjutkan perjalanan ke beberapa makam ulama lain di Cirebon, seperti makam Syekh Datuk Kahfi dan para penyebar Islam generasi awal di kawasan tersebut. Di setiap makam yang dikunjungi, santri selalu membaca doa dan tahlil, serta berziarah dengan adab yang dijaga baik, menunjukkan rasa hormat dan cinta kepada para ulama.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan sejarah Islam di Jawa Barat, tetapi juga menjadi latihan memperkuat spiritualitas para santri. Mereka diingatkan bahwa ilmu dan akhlak adalah dua hal yang tak terpisahkan, sebagaimana yang dicontohkan para wali dalam perjuangan mereka menegakkan agama.

Para santri juga belajar bagaimana para ulama terdahulu berjuang tanpa pamrih, mendidik masyarakat dengan sabar dan penuh kasih sayang, meski menghadapi banyak tantangan. Hal ini menjadi motivasi besar bagi santri untuk tetap semangat belajar, berakhlak mulia, dan menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ziarah berakhir pada sore hari. Rombongan santri kembali ke pondok dengan membawa pengalaman spiritual yang berharga dan kesan mendalam. Banyak di antara mereka yang mengaku merasa lebih tenang dan termotivasi untuk meningkatkan ibadah, serta lebih mencintai ulama sebagai pewaris ilmu Nabi.

Semoga ziarah ini menjadi langkah awal bagi para santri untuk meneladani kesalehan para wali, menebarkan kedamaian, dan terus menuntut ilmu dengan niat ikhlas demi kemaslahatan umat.

Penulis : Muhammad Al Farobi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *