Sinergi Kemajuan: PP. Assalafie Babakan dan PP. Al-Hasaniyyah Gelar “Sharing Session” Transformasi Digital Pesantren

Cirebon – 26 Juni 2026. Dalam upaya menyongsong ekosistem pendidikan yang lebih modern dan akuntabel, Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon menggelar acara Silaturahim dan Sharing Session bersama delegasi dari PP. Al-Hasaniyyah Kedawon Brebes. Pertemuan strategis ini mengusung tema besar mengenai “Transformasi Digital & Integrasi Sistem Pesantren”.

Transformasi tata kelola ini merupakan langkah adaptif dalam merespons tuntutan era 4.0 tanpa sedikit pun menghilangkan identitas kesalafan yang telah mengakar. Pengasuh Pondok Pesantren Assalafie, KH. Azka Hammam Syaerozie, Lc., menegaskan visi di balik langkah ini, yaitu “Menjaga nilai-nilai tradisi salafiyah yang mulia, sembari menyerap kemajuan teknologi modern demi kemaslahatan, efisiensi dakwah, dan khidmah bagi para santri”.

Migrasi menuju sistem tata kelola digital dinilai sangat mendesak untuk mengatasi keterbatasan administrasi manual yang rentan hilang, memakan waktu rekonsiliasi yang lama, serta memangkas birokrasi agar para asatidz dapat lebih fokus pada pengajaran dan pembinaan akhlak santri.

Menggandeng Mitra Teknologi: Empat Pilar Integrasi

Untuk merealisasikan digitalisasi ini, PP. Assalafie menjalin kemitraan strategis dengan PT. Solusi Infotech Semesta Indonesia (SIESTA) selaku pengembang platform PesantrenQu. Integrasi sistem ini dibangun di atas empat pilar utama:

  • Sistem Cashless (E-Uang): Penggunaan Kartu Santri Tap-to-Pay yang berfungsi untuk menjaga keamanan finansial santri, membatasi belanja harian, dan melatih budaya hemat.

  • Administrasi Akademik: Digitalisasi pencatatan kehadiran kelas, pemantauan hafalan Al-Qur’an dan Kitab, hingga pelaporan berkala.

  • Manajemen Keuangan: Pembayaran syahriyah kini terhubung langsung ke multi-bank melalui Virtual Account (VA) otomatis, sehingga menghilangkan antrean di kantor bendahara.

  • PSB Online: Sistem Penerimaan Santri Baru (PSB) yang terintegrasi sepenuhnya mulai dari seleksi online hingga penetapan kamar.

Mengatasi Tantangan dan Mencetak Efisiensi

Langkah inovatif ini tentu tidak lepas dari tantangan, seperti proses adaptasi Sumber Daya Manusia (SDM) dan kendala infrastruktur jaringan. Menghadapi hal tersebut, pihak pesantren menginisiasi pelatihan intensif secara berkala, menyediakan pendampingan khusus, serta mengimplementasikan sistem sinkronisasi Offline-First agar transaksi tetap berjalan meskipun koneksi internet terputus.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil yang sangat signifikan. Data efektivitas menunjukkan pencapaian luar biasa setelah sistem diterapkan:

  • Kecepatan Rekonsiliasi Kasir: Meningkat 95% lebih cepat, memangkas waktu dari 5 hari menjadi hanya 10 menit.

  • Keamanan Dana: Tingkat kebocoran dana kas berkurang drastis hingga 98% karena uang fisik telah digantikan oleh sistem cashless.

  • Partisipasi Wali Santri: Kemudahan sistem Virtual Account berhasil meningkatkan partisipasi pembayaran dari wali santri sebesar 88%.

Melalui silaturahim dan diskusi ini, diharapkan semangat transformasi digital dapat terus meluas dan menginspirasi lembaga-lembaga pesantren lainnya untuk maju bersama dalam bingkai inovasi dan integritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *