CIREBON — Jagat media sosial dihebohkan dengan kabar kebakaran sebuah pondok pesantren di Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Minggu (4/10/2026) malam. Namun, informasi yang beredar di media sosial banyak yang keliru.
Sejumlah warganet dan tim media lokal mengira pondok pesantren yang terbakar adalah Ponpes Assalafie Babakan Ciwaringin. Padahal, berdasarkan klarifikasi, ponpes yang mengalami kebakaran adalah Pondok Pesantren Kebon Melati Babakan Ciwaringin, bukan Ponpes Assalafie Babakan Ciwaringin.
Kesalahpahaman ini muncul karena lokasi kejadian dalam pemberitaan disebutkan sebagai “Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.” Nama Babakan adalah nama desa, bukan nama satu pondok pesantren tertentu. Di Desa Babakan terdapat banyak pondok pesantren, salah satunya Ponpes Assalafie. Dengan demikian, peristiwa kebakaran tidak serta-merta terjadi di Ponpes Assalafie.
Berdasarkan pemberitaan TribunJabar.id, kebakaran terjadi di lantai 4 bangunan ponpes. Dalam video amatir yang beredar, kobaran api terlihat membakar bagian atas bangunan hingga bara dan percikan api berjatuhan dari atap. Warga, santri, anggota TNI, dan orang-orang di sekitar lokasi berjibaku memadamkan api secara manual menggunakan ember. Suara warga saling memberikan instruksi terdengar dalam rekaman tersebut.
Kabid Kedaruratan DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana, mengatakan laporan kebakaran diterima Damkar pada pukul 20.10 WIB. Petugas berangkat satu menit setelah laporan diterima. Pos Damkar Sektor Palimanan meluncurkan 1 unit armada pancar dan anggota Regu 1 menuju lokasi kejadian. Armada Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 20.31 WIB.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa. Dalam rekaman, petugas menyebut Regu 1 Sektor Palimanan dibantu Sektor Arjawinangun sedang melakukan pendinginan karena kebakaran sudah padam. Video lain memperlihatkan kondisi bangunan setelah api padam, dengan kerangka atap yang tampak menghitam dan hangus.
Kami mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa memverifikasi kebenarannya. Pastikan sumber informasi berasal dari pihak resmi, petugas damkar, atau media yang kredibel. Jangan menyebarkan spekulasi yang dapat menimbulkan kepanikan dan merugikan pihak lain, terutama keluarga besar Ponpes Assalafie Babakan Ciwaringin yang tidak terkait dengan peristiwa ini.
Mari bijak bermedia sosial. Klarifikasi ini kami sampaikan agar informasi yang diterima masyarakat tidak salah kaprah.
Pondok pesantren yang terbakar adalah Ponpes Kebon Melati, bukan Ponpes Assalafie Babakan.
Penulis :
Admin Website Pesantren Assalafie.
